BINTUNI,KLIKPAPUA.com- Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto meninjau Distrik Moskona Utara, Kamis (8/10/2026), untuk memastikan kesiapan pemulangan pengungsi Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh sebelum Natal 2026.
Ia didampingi Kapolres, Komandan Kodim (Dandim) 1806/Teluk Bintuni, dan anggota DPRK daerah pemilihan Moskona.
Kunjungan itu disambut baik warga. Pemerintah daerah berupaya memulihkan layanan dasar, terutama pendidikan dan kesehatan, yang terhenti setelah kontak bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata setahun lalu.
Kepala SD Negeri Moyeba Mesias Orocomna mengatakan, gedung sekolahnya sudah rusak sejak 2015 dan makin parah akibat kontak bersenjata pada 2025. Selama setahun terakhir, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SD Negeri 2 Kali Kodok di Bintuni.
“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi Bupati yang sudah melihat keadaan langsung di lapangan. Harapan kami, apa yang disampaikan bisa segera direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” ujar Mesias.
Ia berharap perhatian tidak berhenti di pemerintah kabupaten. “Bukan hanya pemerintah daerah, tapi pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat dapat memperhatikan kami di daerah yang dianggap zona merah konflik, khususnya di bidang pendidikan agar dapat dibantu fasilitas,” katanya.
Ketua Komisi B DPRK Teluk Bintuni Jefri Orocomna mengatakan, kerusakan akibat konflik tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga kantor distrik, puskesmas, serta sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP. Menurut dia, pendidikan harus menjadi zona aman kemanusiaan.
Jefri menyebut pembangunan kembali sarana yang rusak akan diusulkan dalam APBD 2027.
“Ini menjadi wacana kami untuk APBD 2027 agar rumah dan kantor yang rusak, terutama Kantor Distrik Moskona Utara yang dibangun sejak 2001, bisa dibangun permanen,” tegasnya.
Ia memastikan Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRK akan mengawal aspirasi tersebut. Namun, pemulihan menyeluruh membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan provinsi.
“Saya minta pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bekerja sama sehingga pengungsi bisa dipulangkan dan bahagia di tanah kelahiran mereka,” kata Jefri. (red)





















