Kasdam XVIII/Kasuari Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Manokwari

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Kodam XVIII/Kasuari menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Manokwari, Papua Barat, Senin (5/10/2026). Upacara mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIT dan dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana.

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Papua Barat, Wakil Kepala Polda Papua Barat, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat, Ketua Pengadilan Agama Papua Barat, Bupati Manokwari, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Dalam upacara tersebut, Dian membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto. Panglima menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama, serta aparat negara yang bertugas di berbagai wilayah.

Menurut amanat itu, tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan hasil pengabdian prajurit.

“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang harus terus kita jaga,” ujar Dian saat membacakan amanat Panglima TNI.

Panglima TNI menyebutkan, seiring bertambahnya kemampuan TNI, tanggung jawab yang diemban juga makin besar. Karena itu, penguatan organisasi dan kapasitas pertahanan harus sejalan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar seluruh kekuatan dapat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel.

Panglima juga mengimbau prajurit mewaspadai ancaman yang kian kompleks, termasuk di ranah informasi dan kognitif yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Peringatan HUT ke-81 TNI disebut sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menegakkan kedaulatan, dan melindungi kekayaan Nusantara.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menetapkan penekanan yang harus menjadi panduan prajurit:

1. Deteksi dan aksi cepat: mengenali potensi ancaman secara tepat dan bergerak cepat, akurat, serta terukur saat negara dan rakyat membutuhkan.

2. Sinergi bangsa: membangun kolaborasi dengan masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk memperkuat pertahanan nasional, menjaga stabilitas, dan mendukung pembangunan.

3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek): memanfaatkan iptek secara terintegrasi untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tempur.

4. Evaluasi dan inovasi: menjadikan pengalaman sebagai bahan evaluasi untuk mengembangkan inovasi, termasuk menyesuaikan doktrin, sistem pendidikan, latihan, dan kemampuan TNI terhadap perkembangan ancaman.

“Penekanan ini harus menjadi arah dalam pengembangan kemampuan prajurit, baik dalam pola pikir, sikap, maupun tindakan, guna menghadapi tantangan hari ini dan masa depan,” kata Dian membacakan amanat Panglima.

Panglima berharap peringatan HUT ke-81 TNI tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pijakan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan TNI dengan rakyat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses