Reses di Ubadari Fakfak, Pokja Perempuan MRPB Terima Lima Usulan Kebutuhan Fasilitas Wisata

0

FAKFAK,KLIKPAPUA.com- Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menggelar reses di Kampung Ubadari, Distrik Kayauni, Kabupaten Fakfak, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan itu, pemerintah kampung dan masyarakat adat menyerahkan dokumen daftar kebutuhan mendesak untuk pemulihan fasilitas pariwisata setempat.

Kehadiran MRPB bersama instansi teknis dinilai menjadi jembatan untuk mengawal aspirasi warga dari tingkat daerah hingga pusat.

Kepala Kampung Ubadari, Rudy Iha, mengatakan reses tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk memperlihatkan langsung kondisi destinasi wisata Ubadari.

“Ini adalah momentum berharga bagi kami untuk memperlihatkan secara langsung kondisi destinasi wisata Ubadari yang saat ini sangat membutuhkan renovasi total karena adanya beberapa kerusakan fasilitas,” ujar Rudy.

Sebagai destinasi unggulan, Kampung Ubadari menarik wisatawan dari luar daerah. Pada hari biasa maupun akhir pekan, kampung itu juga dikunjungi wisatawan lokal dalam jumlah besar. Namun, lonjakan pengunjung tersebut belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.

Warga pun mendesak pembangunan sejumlah fasilitas prioritas, yakni:

1. renovasi jembatan penghubung antarzona wisata yang rusak;

2. pembangunan unit homestay bagi wisatawan yang ingin menginap;

3. penyediaan gedung serbaguna sebagai pusat aktivitas kreatif;

4. pemasangan pagar pembatas kawasan demi keamanan pengunjung; dan

5. pengadaan lampu penerangan jalan dan kawasan wisata.

Pemerintah Kampung Ubadari disebut telah menunjukkan komitmennya dengan mengalokasikan Rp50 juta dari Dana Kampung 2024 untuk pemasangan jaringan penerangan. Meski demikian, untuk proyek berskala besar, kampung membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan provinsi.

Kepala Distrik Kayauni, Stepanus Wagab, yang turut mendampingi reses, menyatakan siap mengawal setiap usulan masyarakat hingga ke tingkat pengambil kebijakan yang lebih tinggi.

Ia mengakui keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) dari sektor pariwisata.

“Kami dari pemerintah distrik menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pokja MRP PB yang telah bergerak cepat turun langsung menyerap kebutuhan masyarakat kami. Potensi wisata di Kampung Ubadari ini memang luar biasa besar dan riil, namun keterbatasan anggaran di tingkat distrik membuat kami memerlukan intervensi dari tingkat kabupaten dan provinsi,” tutur Stepanus.

Menurut Stepanus, pihak distrik akan membangun komunikasi intensif agar usulan sarana fisik tersebut masuk dalam draf prioritas program kerja Dinas Pariwisata. Dengan begitu, realisasinya diharapkan tepat sasaran dan selaras dengan rencana tata ruang pengembangan wilayah Distrik Kayauni. (wan)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses