MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dewan juri kategori Paduan Suara Remaja-Pemuda Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 menegaskan bahwa proses penilaian berjalan secara independen, transparan, dan adil bagi seluruh peserta.
Penilaian didasarkan semata-mata pada kualitas penampilan yang ditunjukkan masing-masing kontingen di atas panggung.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Universitas Papua, Manokwari, Senin (22/6/2026) ini dinilai oleh lima juri profesional,yakni Vonty S. Nahan, Yudi N. Komalig, Oskar A. Wompere, Oksantianus Tadomeng, dan Yohan C. Tinungki.
Menurut salah satu juri, Oskar A. Wompere, keputusan akhir belum dapat disampaikan saat ini karena seluruh kontingen harus dinilai secara menyeluruh setelah rangkaian penampilan selesai seluruhnya. “Penilaian dilakukan bersama-sama oleh kelima juri. Hasilnya baru ditetapkan setelah semua peserta selesai tampil,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar ke depannya seluruh 38 provinsi di Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam ajang ini. “Pesparawi bukan sekadar lomba, melainkan pesta puji-pujian untuk memuliakan Tuhan dan wadah mempersatukan umat dari berbagai daerah,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Oskar memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menilai jalannya lomba tertib, tepat waktu, dan efisien tanpa jeda yang mengganggu. “Sistem penjurian kami terlepas dari kepentingan apa pun, murni melihat apa yang dibawakan di panggung. Penyelenggaraan kali ini juga menjadi contoh baik untuk pelaksanaan Pesparawi berikutnya,” pungkasnya.(rls/red)





















