Ketua Komite III DPD RI Tinjau Revitalisasi Sekolah di Manokwari

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma saat meninjau ruangan sekolah program revitalisasi di SMP Negeri 10 Manokwari. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Filep Wamafma meninjau program revitalisasi sekolah di Kabupaten Manokwari, Rabu (21/10/2026).

Peninjauan dilakukan di dua sekolah, yakni SMP Negeri 10 Manokwari dan SMP YPK 2 Manokwari. Selain melihat hasil revitalisasi, Filep menyerap aspirasi para guru di kedua sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 10 Manokwari Erwin Pattikawa mengaku terbantu oleh program pemerintah pusat itu.

“Kami berterima kasih atas program pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk program revitalisasi ini,” ujarnya.

Menurut Erwin, revitalisasi yang dikerjakan sejak Mei hingga September 2026 itu menyasar tujuh bangunan, di antaranya perpustakaan, laboratorium IPA, toilet, dan empat ruang kelas. Anggaran yang digunakan bersumber dari APBN 2026 sebesar Rp982.164.875.

Kepala SMP YPK 2 Manokwari Henderina Siahaya menyampaikan hal serupa. Di sekolahnya, revitalisasi mencakup enam ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang administrasi, dan toilet.

“Kami berterima kasih atas program ini. Dengan adanya program ini, sekolah kami lebih baik dari sebelumnya, ada tampilan wajah baru,” ujarnya.

Seusai meninjau dua sekolah tersebut, Filep mengatakan program revitalisasi sebelumnya telah dibahas bersama DPD RI.

Pemerintah pusat mengambil alih sebagian program, khususnya revitalisasi, karena kondisi keuangan daerah terbatas dan sejumlah persoalan daerah belum dikelola secara maksimal.

Menurut dia, perubahan yang terjadi cukup signifikan jika membandingkan foto kondisi sekolah sebelum dan sesudah revitalisasi.

“Kita berharap program ini berkelanjutan. Pada 2027 kita dorong agar Papua Barat mendapat lebih banyak lagi,” katanya.

Filep menilai pemerintah Provinsi Papua Barat perlu mengambil peran lebih besar. Setelah pemerintah pusat hadir melalui revitalisasi, pemerintah daerah harus melengkapi kekurangan, misalnya buku untuk perpustakaan dan peralatan untuk laboratorium IPA.

“Dari dua sampel, SMP negeri dan swasta tadi, saya melihat program revitalisasi ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menilai penyaluran anggaran langsung dari pusat ke sekolah dapat mencegah manipulasi dan korupsi. Karena itu, ia lebih sepakat jika kebijakan keuangan serupa diberikan langsung kepada sekolah agar dikelola secara mandiri.

Selain meninjau revitalisasi, Filep membuka ruang aspirasi mengenai program makan bergizi gratis (MBG), Program Indonesia Pintar (PIP), dan persoalan guru honorer. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses