MANOKWARI,KLIKPAPUA.com — Menanggapi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Manokwari, Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh sementara untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Manokwari.
Kebijakan tertuang dalam Surat Edaran nomor 400.3/2342/MK/X/2026 bertanggal 6 Oktober 2026, ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Manokwari, Parjiyanti.
Kepala Dinas menjelaskan langkah ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersih.
“Kondisi kabut asap di wilayah Kabupaten Manokwari dinilai masih berisiko mengganggu kesehatan peserta didik, tenaga kependidikan, maupun warga sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran dialihkan secara daring hingga kondisi membaik,” tertulis dalam surat tersebut.
Ketentuan yang Ditetapkan:
1. Mulai berlaku sejak Selasa, 7 Oktober 2026, pembelajaran dilakukan dari rumah secara daring
2. Kegiatan TKA/TPA, SD, SMP, SMA, SMK se-Kabupaten Manokwari beralih ke pembelajaran jarak jauh
3. Kepala satuan pendidikan diminta memantau pelaksanaan serta memastikan keterlibatan peserta didik tetap berjalan efektif
4. Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi daerah — memanfaatkan media daring maupun modul tertulis sesuai kemampuan akses warga
5. Kegiatan rapat, koordinasi, maupun pertemuan antar-sekolah tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat
6. Khusus kelas XII yang sedang melaksanakan ujian/ujian sekolah — tetap berlangsung dengan kewajiban penggunaan masker dan menjaga kebersihan lingkungan
7. Kepala sekolah wajib berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan jika menemui kendala teknis maupun kondisi di lapangan
Dinas Pendidikan berharap kebijakan ini dapat dijalankan secara kooperatif oleh seluruh pihak sekolah, orang tua, maupun masyarakat demi keselamatan bersama.
Status pembelajaran jarak jauh akan ditinjau kembali apabila kualitas udara di Manokwari telah membaik dan aman untuk aktivitas luar ruangan.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Kami berharap orang tua tetap mendampingi anak-anak selama belajar di rumah,” tegas Kepala Dinas.(red)





















