MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kualitas udara di Kaimana dan Teluk Bintuni, Papua Barat, berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari ke depan, yakni 7–9 Oktober 2026.
Prakiraan tersebut disampaikan Analis on Duty BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong, Shelin Melinda, dalam keterangan tertulis untuk wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Prakiraan itu didasarkan pada konsentrasi partikulat (PM2,5), yakni partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer. Nilai ambang batas (NAB) PM2,5 selama 24 jam adalah 55 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Pada 7 Oktober, kualitas udara di Kaimana, Kabupaten Sorong Selatan, dan Teluk Bintuni diprakirakan sangat tidak sehat dengan konsentrasi 150,5–250,4 µg/m³.
Adapun Fakfak, Maybrat, dan Teluk Wondama masuk kategori tidak sehat dengan konsentrasi 55,5–150,4 µg/m³.
Pada 8 Oktober, kategori sangat tidak sehat diprakirakan terjadi di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Sementara itu, Fakfak, Maybrat, dan Sorong Selatan berada pada kategori tidak sehat.
Pada 9 Oktober, kualitas udara sangat tidak sehat diprakirakan melanda Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Kategori tidak sehat diprakirakan terjadi di Maybrat dan Sorong Selatan.
Selama tiga hari tersebut, kualitas udara di Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Kabupaten Sorong, dan Tambrauw diprakirakan stabil pada kategori sedang dengan konsentrasi 15,6–55,4 µg/m³. (red)





















