Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu Diresmikan, Menjadi Kekayaan Budaya dan Destinasi Baru di Manokwari

0
157
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Pemerintah Daerah baik Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari turut berbangga atas kehadiran rumah adat masyarakat Toraja atau Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu Arfak, yang berdiri kokoh di Kampung Soribo, Distrik Manokwari Barat.
Rasa bangga itu turut dikatakan Bupati  Manokwari Hermus Indou dalam sambutannya pada peresmian Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu, Senin (9/5/2022).
Dikatakan Hermus, keberadaan masyarakat Toraja di Manokwari turut memberikan andil dalam mensukseskan program pembangunan di daerah ini, untuk itu masyarakat Toraja mempersatukan diri dalam wadah organisasi Ikatan Kerukunan Toraja (IKT).
Hermus menyebut, pembangunan rumah adat Tongkonan sebagai sebuah upaya eksistensi masyarakat Toraja yang tergabung dalam IKT di Manokwari.
Hadirnya rumah adat Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu itu, menjadi kekayaan budaya di Manokwari yang harus dijaga kelestariannya. “Pemerintah kabupaten Manokwari menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh masyarakat Toraja di Manokwari, atas diresmikannya Tongkonan dan Rumah kaki seribu ini,” ucapnya.
Dikatakan Hermus, Pemerintah Kabupaten Manokwari turut berbangga atas kehadiran Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu, karena menjadi sebuah destinasi baru di Manokwari. “Dari aspek kepariwisataan kita, ini akan menghasilkan income bagi Manokwari karena tentu banyak orang yang akan datang ke sini,” kata Hermus.
Diharapkan, pemerintah bersama pengurus IKT Manokwari akan mengelola bersama sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dan dapat meningkatkan dampak ekonomi bagi pembangunan di daerah ini.
Begitu juga dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah dan masyarakat di Papua Barat sangat terbuka dengan suku, agama ras dan budaya di daerah ini. “Kami ini melanjutkan apa yang orang-orang tua kita, dengan keterbukaannya menerima semua suku untuk tinggal bersama kami di Tanah Papua,” tutur Dominggus.
Dominggus juga mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua Barat untuk menjaga kebersamaan, kurukunan antara suku, agama ras dan budaya di daerah ini.
Peresmian rumah adat itu, ditandai dengan pemotongan pita di Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu dan dilanjutkan dengan penandatanganan batu nisan oleh Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, Ketua Umum PMTI, Ketua IKT Papua Barat, Ketua IKT Manokwari, Ketua Panitia Pembangunan, dan Bupati Toraja Utara.
Pada peresmian itu, turut dihadiri Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan, Pandam XVIII/Kasuari Mayjen TNI. Gabriel Lema, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Tornagogo Sihombing, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, Ketua MRP Papua Barat, Kajati Papua Barat Juniman Hutagaol, OPD Papua Barat dan Manokwari serta forkopimda Provinsi Papua Barat, serta para tokoh suku dan agama di Manokwari. (dra)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.