BI Papua Barat Gelar BBM, Pastikan Stok Bapok Aman

0
196
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat Ruth Eka Trisilowati bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat Lazarus Ullo, Kepala Bulog Sub Divre Manokwari Firman Mando, Perwakilan Distributor CV.Makmur Perkasa Febri dan Perwakilan Bank Papua Feri Wabia menggelar Bincang Bareng Media (BBM) yang diadakan di Café Laut salah satu hotel di Manokwari, Jumat (8/4/2022) sore.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat Ruth Eka Trisilowati bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat Lazarus Ullo, Kepala Bulog Sub Divre Manokwari Firman Mando, Perwakilan Distributor CV.Makmur Perkasa Febri dan Perwakilan Bank Papua Feri Wabia menggelar Bincang Bareng Media (BBM) yang diadakan di Café Laut  salah  satu  hotel di Manokwari, Jumat (8/4/2022) sore.
Dalam Bincang Bareng Media Ruth mengatakan, perekonomian Papua Barat pada triwulan IV 2021 tercatat tumbuh sebesar 1,03% (yoy) atau 5,16% (qtq). Secara keseluruhan tahun Papua Barat selama tahun 2021 membaik, meskipun masih terkontraksi sebesar -0,51 (ctc) dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar -0,77% (ctc).
Menurutnya, arah pertumbuhan ekonomi Papua Barat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2022 diproyeksikan berada pada kisaran 1,00%-2,00% (ctc) akibat peningkatan kinerja LNG serta pemulihan ekonomi nasional dan global ditengah tensi geopolitik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat Lazarus Ullo mengatakan, ada sembilan bahan pokok yang menjadi pemantauan mereka setiap hari di 13 kabupaten/kota. “Dalam bulan suci Ramadan, tetap kita masih berada dalam kondisi aman. Kita tidak akan mengalami kesulitan pada Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.
Adanya peningkatan harga, menurutnya, memang terjadi pada daging sapi dan minyak goreng. Dan ini akan disikapi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Kepala Bulog Sub Divre Manokwari Firman Mando mengungkapkan, per 8 April 2022 stok beras keseluruhan di Papua Barat ada sebanyak 7.113 ton. Dengan stok yang ada diperkirakan akan aman hingga lima bulan kedepan. “Untuk komoditi beras mediun aman 5 bulan kedepan. Kita tidak perlu khawatir alami kekurangan pangan. Jelang Hari Raya, kita pastikan aman,” jelasnya.
Stok komoditi beras komersil ada sebanyak 187 ton. Kemudian, gula pasir akan masuk dua minggu kedepan. “Informasi terakhir yang saya dapat, sudah proses pemuatan di daerah pengiriman. Mudah-mudahan sudah mulai berlayar menuju Manokwari, Sorong, Fakfak dan Sorsel. Ini akan masuk sebanyak 75 ton,” jelasnya.
Perwakilan Distributor CV.Makmur Perkasa Febri menuturkan, ketersediaan stok minyak goreng di distibutor ada sebanyak 1,5 ton. Estimasi sekitar tanggal 20 April, akan masuk 150 ton.  “Kita dari distributor biasa ketersediaan stok itu 1,5 bulan. Jadi kita tidak tunggu habis, baru order,” ujarnya.
Untuk gula pasir dalam kemasan 50 kg (1 sak besar), posisi stok di gudang ada 8,4 ton. Dalam perjalanan 150 ton. Untuk beras kondisinya sama, 1,5 bulan kedepan akan ada 867 ton. Pihak distributor juga akan terlibat dalam pasar murah yang biasanya dilakukan H-10 jelang Idul Fitri.
Perwakilan Bank Papua (BP) Feri Wabia  mematikan ketersediaan ULE (Uang Layak Edar) di BP jelang Hari Raya Idul Fitri tetap terjaga di Papua Barat. (bm)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.