Angka Kemiskinan di Teluk Bintuni Turun 3,01 Persen

0
131

KLIKPAPUA– Angka kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni mengalami penurunan 3,01 persen per Desember 2018. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Teluk Bintuni, pada tahun 2017, angka kemiskinan di kabupaten penghasil gas itu berada pada angka 34,31 persen. Kemudian di tahun 2018 angka kemiskinan di Teluk Bintuni berada di 31,30 persen.

Kepala BPS Teluk Bintuni melalui Kepala Seksi Bidang Sosial Hamzah mengatakan jika dilihat dari jumlah penduduk, pada tahun 2017 jumlah penduduk miskin sekitar 21.090 jiwa, dan mengalami penurunan yang sangat signifikan dimana per Desember 2018 jumlah penduduk miskin sudah berada di angka 19.640 jiwa.

“Angka kemiskinan kita diambil per bulan Maret, tapi kita rilisnya akhir tahun, jadi penurunannya ada 3,01 persen,” kata Hamzah saat ditemui di kantor BPS Teluk Bintuni, Km 4, Distrik Bintuni, Kamis (28/3/2019).

Hamzah mengatakan sejumlah faktor yang menyebabkan angka kemiskinan di Teluk Bintuni menurun yakni tersedianya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya pembukaan seperti Petrotekno ada penyerapan tenaga kerja, dibukanya perkebunan sawit di daerah Mayado, itu juga menyerap banyak tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja itu berbanding juga dengan meningkatnya pendapatan masyarakat,” katanya.

Menurut dia selain itu, faktor lain yang ikut andil menekan angka kemiskinan yaitu berjalan dengan baik program -program pro rakyat dari pemerintah pusat dan daerah. Diantaranya program dana desa dan padat karya.

“Ada satu fenomenal dari dana desa yang dimana disetiap kampung masyarakat aktif, yang dulunya masyarakat nganggur, dengan adanya dana desa dan padat karya,  masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dari situ, itu juga salah satu faktor yang mempengaruhi,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Teluk Bintuni Alimudin pekan lalu mengungkapkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yaitu berkisar di angka 25 -30 persen sampai di tahun 2021.

Pasalnya dengan menurunnya angka kemiskinan yang sudah berada di angka 31,30 tersebut. Maka Pemda Teluk Bintuni mempunyai pekerjaan rumah untuk menekan angka kemiskinan hingga tahun 2021 hanya tinggal 1,30 persen.

“Sesuai data kemiskinan yang dipublikasi oleh BPS tahun 2018, adalah 31,30 persen, maka satu langkah lagi kita mencapai target RPJMD, kita mampu turunkan 1,30 persen pada tahun ini, maka pada publikasi tahun 2020 kita sudah memenuhi target RPJMD,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa secara konsep, kemiskinan makro adalah kemiskinan yang dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran). Pengukuran kemiskinan makro menyediakan data tentang jumlah penduduk miskin secara agregat (nasional) yang dihitung dari hasil estimasi atau pekiraan sampel data Susenas.(at)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here