Tenaga Medis Kurang Hadapi Akreditasi, Dinkes Pegaf Segera Lakukan Perekrutan

0
74
disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pegaf, Christian Retuadan.(Foto : Klikpapua.com)

PEGAF,KLIKPAPUA.COM– Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mulai mempersiapkan akreditasi di 5 puskesmas di daerah ini.

Puskesmas Anggi, Hingk, Minyambouw, Sururey, dan Puskesmas Taige akan melakukan akreditasi tahun ini, sementara 5 fasilitas kesehatan lainnya akan menyusul pada tahun berikutnya.

Namun dalam mempersiapkan akreditasi puskesmas,  beberapa masalah muncul. Mulai dari belum siapnya bengunan puskesmas, sampai dengan masalah klasik yang terus dihadapi oleh dinas kesehatan setempat yaitu kekurangan tenaga medis.

Menyadari masalah-masalah yang muncul, dinas kesehatan pegaf mulai berbenah. Beberapa pembangunan puskesmas dilakukan, Mulai dari perampungan pembangunan puskesmas hingk,  pembangunan ruang tambahan di puskesmas taige, dan merenovasi 3 puskesmas lainnya.

Namun masalah  utamanya adalah kelima puskesmas masih  kekurangan tenaga medis. Apoteker, analis kesehatan, dan ahli gizi adalah tenaga medis yang masih kurang, bukan hanya di 5 puskesmas, namun  4 puskesmas dan 1 Pustu plus memiliki masalah yang sama.

Ditemui di Distrik Anggi, Senin (16/9/2019) Sekretaris Dinas Kesehatan Pegaf, Christian Retuadan, mengakui, tenaga medis seperti apoteker, ahli gizi, dan analisis kesehatan adalah tenaga medis yang belum dimiliki di setiap fasilitas kesehatan di daerah ini.

Untuk itu, pihaknya saat ini sedang merekrut tenaga medis yang masih kurang. Terlebih khusus dinas kesehatan akan melengkapi tenaga medis di 5 puskesmas yang akan mempersiapkan akreditasi pada tahun ini. “Tenaga medis disini masih kurang, kami akan utamakan 5 puskesmas yang akan maju akreditasi,” katanya.

Namun Christian tak menjelaskan secara terperinci tentang status dari tenaga medis yang akan direkrut oleh dinas kesehatan. Untuk diketahui, di Pegaf masih banyak tenaga medis yang belum mendapatkan upah/honor lantaran status mereka masih sukarela (magang).

Sebelumnya para tenaga sukarela ini mendapatkan honor dari insentif daerah (daerah pedalaman), namun pada awal tahun 2019 lalu Pemerintah Kabupaten Pegaf mencabut insentif tersebut karena anggarannya digunakan untuk pembangunan fasilitas pemerintah.(rls/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here