Kampung Agoda Diusulkan Sebagai Daerah Penyanggah Kawasan Industri Teluk Bintuni

0
93
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Teluk Bintuni, Dr. Alimudin.

BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah pusat dan daerah merencanakan Kampung Agoda, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni sebagai daerah penyanggah Kawasan Industri (KI).

Menurut Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Teluk Bintuni, Dr. Alimudin, pada konsultasi publik tentang penyusunan rencana rinci tata ruang  di sekitar Kawasan Industri Teluk Bintuni, di aula Sasana Karya Kantor Bupati, Distrik Manimeri, Kamis (12/9/2019), ada dua daerah sekitar kawasan industri yang diusulkan ke pusat yakni Saengga dan Kampung Agoda. Namun setelah dikaji dari segala aspek bahwa yang memungkinkan menjadi penyanggah kawasan industri adalah Kampung Agoda.

“Tujuan dari kegiatan ini, yaitu untuk memberikan gambaran, bahwa kita sedang mencari lokasi penyanggah untuk kawasan industri. Dari hasil kajian dan analisis ada dua yakni Padang Agoda dan Padang Saengga, namun diputuskan adalah Padang Agoda di Kampung Agoda, Distrik Sumuri, calon kawasan penyanggah kawasan industri,” kata Alimudin.

Dikatakannya, sebagai kawasan penyanggah kedepan wilayah tersebut akan menjadi lokasi tempat pembangunan pemukiman, perkantoran, pusat pendidikan, perekonomian, pariwisata, dan fasilitas umum lainnya.

“Kawasan penyanggah akan menjadi sebagai pusat kawasan pemukiman berkelanjutan, pusat pertumbuhan baru, pusat pengembangan sumber daya alam selain gas,” katanya.

Menurut Alimudin, Kawasan Industri (KI) di Onar, Distrik Sumuri, dengan luas 2112 hektar akan menjadi pusat pertumbuhan industri – industri. Oleh karena itu dibutuhkan area kawasan penyanggah dengan luas wilayah mencapai 3500 hektar. Nanti apabila bisa terwujud ini akan menjadi suatu kawasan cepat tumbuh, yang mempertimbangkan aspek lingkungan.

“Oleh karena itu, Kementerian ATR mengisiasi suatu dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) atau Rencana Rinci Tata Ruang sekitar Kawasan Industri. Jadi nanti kita akan memiliki dua RDTR tentang kawasan industri itu sendiri, dan yang berikut tentang daerah penyanggah kawasan industri,” katanya lagi.

Sementara itu menanggapi adanya rencana program tersebut, dalam sesi tanya jawab, Ketua Lemabga Masyarakat Adat (LMA) Sumuri, Tadius Fosa menyambut baik hadirnya Kawasan Industri dan rencana kawasan penyanggah Kawasan Industri.

Namun ia memberikan saran, agar pemerintah daerah dan pusat terlebih dahulu menggelar sosialisasi dengan masyarakat terkait hal itu. Serta melakukan musyawarah adat, sehingga kedepannya tidak ada lagi persoalan yang bisa merugikan masyarakat maupun perusahaan.

“Saya minta program kedepan ada konsultasi publik dengan masyarakat, sehingga program ini tidak bertabrakan dengan masalah adat,” kata Tadius.

Setelah mendapat masukan tersebut, direncanakan dalam waktu dekat, pemda bersama Kementerian terkait siap menggelar sosialisasi dengan masyarakat setempat di daerah terdampak. (at)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here