Paduan Suara Sunset Mix Choir Bertolak ke Swedia

0
229
PS Sunset Mix Choir pada persiapan konser penggalangan dana menuju Swedia waktu lalu.

KLIKPAPUA.COM,KAIMANA- Menguji kemampuan bernyanyi setelah berhasil memboyong trophy juara umum Pesparawi tingkat nasional di Pontianak tahun lalu, paduan suara Sunset Mix Choir (SMC) besutan LPPD Kaimana resmi bertolak ke Swedia mengikuti kompetisi Grand Prix of Nations Tahun 2019 di Kota Gothenburg.

Mereka yang beranggotakan 52 orang ditambah 11 pendamping akan meninggalkan Indonesia pada 30 Juli 2019 bersama sejumlah pejabat Pemkab Kaimana. Saat ini, setelah bertolak dari Kaimana pada Selasa (9/7) lalu, puluhan peserta sedang mengurus visa di Kedutaan Swedia di Jakarta. Sambil menunggu proses penerbitan visa, para peserta akan kembali dilatih untuk mematangkan persiapan.

Ketua LPPD Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait keberangkatan rombongan paduan suara SMC dan pejabat daerah ke Swedia. Menurut Fredy, pejabat daerah yang ikut dalam perjalanan ini adalah Bupati dan Wakil Bupati Kaimana serta beberapa lainnya.

Dijelaskan, total dana yang dibutuhkan untuk membiayai perjalanan ini adalah sebesar Rp.4 Miliar dari yang sebelumnya Rp. 4,6 Miliar karena ada pengurangan jumlah peserta. Dana ini lanjutnya, bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kaimana Rp.2 Miliar dan hasil konser penggalangan dana sebesar 700 juta. Sisanya akan dibantu Pemerintah Provinsi Papua Barat yang akan dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun ini.

Disinggung terkait rute perjalanan rombongan yang dikabarkan akan menyinggahi beberapa negara seperti Belanda dan Jerman, Fredy menegaskan, rombongan fokus menuju Swedia untuk mengikuti kompetisi dan tidak ada rencana menyinggahi kota atau negara mana pun.

Meski demikian ia mengakui, mendapat undangan dari salah satu gereja Katedral di Jerman untuk mengisi acara, namun pihaknya belum bisa memastikan hadir. “Kami masih fokus untuk event di Swedia, sehingga belum bisa memastikannya dapat menyinggahi Jerman atau tidak karena pastinya akan mengeluarkan tambahan dana untuk transportasi,” ujar Fredy.

Ia menambahkan, apa pun hasilnya, kunjungan ke Swedia merupakan pintu masuk bagi Kabupaten Kaimana untuk memperkenalkan diri pada dunia. Dalam kunjungan ini, Kaimana akan memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata.

“Ini merupakan pintu masuk bagi Kabupaten Kaiman untuk memperkenalkan diri ke dunia luar. Dan ini juga kesempatan yang ditunggu oleh Bupati Kaimana yang ternyata telah lebih dulu membangun komunikasi dengan beberapa pihak untuk dapat mengenalkan pariwisata Kaimana,” pungkasnya.(iw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here